Bagi mahasiswa di STIKES Sehati (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sehati), menerapkan sikap stoik bisa memberikan berbagai manfaat yang sangat relevan dengan kehidupan akademik dan kehidupan pribadi mereka. Berikut beberapa manfaat khusus bagi mahasiswa di bidang kesehatan:
-
Mengelola Stres Akademik: Mahasiswa sering menghadapi tekanan akademik, seperti ujian, tugas, atau penelitian yang menuntut. Dengan sikap stoik, mahasiswa dapat lebih mudah menerima tekanan tersebut sebagai bagian dari proses belajar dan tetap fokus pada apa yang dapat mereka kendalikan, seperti usaha dan waktu yang mereka investasikan.
-
Meningkatkan Ketahanan Mental: Di dunia kesehatan, mahasiswa STIKES sering menghadapi situasi yang penuh tantangan, termasuk pengalaman klinis yang emosional atau berhadapan dengan pasien yang membutuhkan. Sikap stoik membantu mereka untuk tetap tenang dan tangguh dalam menghadapi situasi sulit, menjaga keseimbangan emosi mereka, dan tetap profesional.
-
Konsentrasi pada Proses, Bukan Hasil: Stoik mengajarkan untuk berfokus pada usaha dan proses, bukan hanya hasil akhir. Dalam konteks pendidikan, ini bisa membantu mahasiswa STIKES untuk menikmati proses belajar dan pengembangan keterampilan mereka, meskipun menghadapi kesulitan, tanpa terlalu terobsesi pada hasil nilai atau pengakuan.
-
Penerimaan terhadap Ketidakpastian dan Tantangan: Di bidang kesehatan, mahasiswa sering dihadapkan pada situasi yang tidak dapat diprediksi, seperti perubahan kebijakan rumah sakit, kondisi pasien yang tiba-tiba berubah, atau penemuan baru dalam ilmu kesehatan. Sikap stoik membantu mereka menerima kenyataan bahwa tidak semuanya bisa dikendalikan dan fokus pada respons yang konstruktif.
-
Meningkatkan Kemampuan Beradaptasi: Stoik mengajarkan fleksibilitas dan kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan. Mahasiswa STIKES, yang sering harus beradaptasi dengan berbagai lingkungan klinis dan situasi baru, dapat mengambil manfaat dari cara berpikir ini untuk lebih cepat menyesuaikan diri dan mengatasi tantangan yang datang.
-
Mengurangi Kecemasan tentang Masa Depan: Mahasiswa sering merasa cemas tentang karier mereka setelah lulus. Sikap stoik membantu untuk lebih fokus pada langkah yang dapat diambil sekarang untuk mencapai tujuan, tanpa terlalu khawatir tentang hal-hal yang belum terjadi atau di luar kontrol mereka.
-
Meningkatkan Empati dan Keterampilan Interpersonal: Dalam dunia kesehatan, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki keterampilan teknis, tetapi juga keterampilan emosional dan interpersonal. Sikap stoik memungkinkan mahasiswa untuk lebih sabar, empatik, dan lebih mampu mengelola perasaan mereka sendiri saat berinteraksi dengan pasien atau rekan kerja, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
-
Menumbuhkan Kebijaksanaan dalam Menghadapi Keputusan Etis: Mahasiswa STIKES sering menghadapi dilema etis dalam praktik klinis. Stoik mengajarkan untuk tetap tenang, berpikir jernih, dan membuat keputusan yang bijaksana, meskipun situasi yang dihadapi penuh dengan ketidakpastian atau tekanan emosional.
Secara keseluruhan, sikap stoik dapat membantu mahasiswa STIKES Sehati untuk tetap kuat, bijaksana, dan efektif dalam menghadapi berbagai tantangan akademik dan profesional yang mereka hadapi. Dengan mengembangkan ketahanan mental dan emosional, mereka akan lebih siap untuk menjadi tenaga medis yang berkualitas dan profesional di masa depan.